Dr. Mira adalah ilmuwan neuro-akustik paling cemerlang di generasinya. Ia menulis buku teks rujukan dunia tentang fisika gelombang suara, resonansi harmonik dawai selo, dan transmisi potensial aksi saraf dari koklea menuju korteks auditori otak manusia.
Jika Anda bertanya mengapa nada C-minor memicu melankolia, bagaimana getaran 440 Hertz merambat di udara, atau bagaimana pelepasan dopamin terjadi saat mendengar progresi akord Bach, Mira tahu jawabannya hingga tingkat partikel sub-atomik.
Namun ada satu fakta unik: sejak lahir, Mira menderita kelainan saraf kongenital langka yang membuatnya tuli total tanpa getaran pendengaran sama sekali. Seluruh hidupnya dihabiskan di dalam dunia hening; ia memahami musik murni melalui grafik spektrogram, kalkulasi frekuensi matematika, dan pemindaian fMRI otak orang lain.
Pada usia empat puluh tahun, sebuah implan regeneratif molekuler berhasil menghubungkan saraf pendengarannya. Di ruang isolasi medis, seorang pemain selo memainkan gesekan dawai pertama pada nada A-minor.
Air mata seketika mengalir deras di pipi Mira. Ia bergumam lirih dengan napas tercekat: "Aku telah menghafal seluruh rumus fisikanya selama empat puluh tahun... tapi aku sama sekali tidak pernah tahu bahwa 'mendengar' rasanya seperti ini."
Para fisikawan materialis terperangah. Sebelum operasi, Mira telah menguasai seratus persen fakta fisik dan kimiawi tentang suara. Jika fisikalisme benar—bahwa dunia ini semata-mata terdiri dari materi dan informasi fisik—maka Mira seharusnya tidak mempelajari informasi baru apa pun saat mendengar nada tersebut.
Namun getaran rasa subjektif (kualia) yang ia alami saat suara pertama meresap ke dalam jiwanya membuktikan bahwa ada dimensi pengalaman sadar yang melampaui seluruh kumpulan rumus fisika di alam semesta.