Ketika setiap pelaku kejahatan menyalahkan konsultan, terapis, atau dorongan biologis, dapatkah tanggung jawab moral dialihkan kepada pihak lain?
Tiga manajer eksekutif pengelola dana pensiun buruh—Arif, Budi, dan Candra—duduk di kursi pesakitan dewan pengawas keuangan atas tuduhan penggelapan dana simpanan puluhan ribu pensiunan demi spekulasi pasar berisiko tinggi.
Ketika hakim ketua meminta pertanggungjawaban, Arif membela diri: "Saya memang menandatangani berkas transfer tersebut, tapi itu bukan kesalahan saya. Firma konsultan algoritma paling bergengsi meyakinkan saya bahwa ini langkah investasi terbaik. Salahkan konsultan itu, jangan salahkan saya!"
Budi menyahut: "Saya pun melakukannya bukan atas kehendak bebas murni. Terapis psikologi saya meresepkan terapi agresivitas risiko untuk menyembuhkan trauma kecemasan masa kecil saya. Salahkan terapis saya!"
Candra menimpali dengan tenang: "Uji genetik membuktikan saya memiliki varian gen dopamin tipe-4 yang memicu perilaku impulsif berisiko tinggi secara bawaan. Biologi saya yang menentukan tindakan itu, bukan kehendak sadar saya!"
Keputusan Hakim Ketua
"Jika setiap manusia dewasa yang berakal sehat dapat melepaskan tanggung jawab moralnya semata-mata karena ia berkonsultasi pada ahli, terapis, atau membawa genetik tertentu, maka konsep agensi hukum dan etika peradaban runtuh total. Anda memiliki nalar untuk menolak dan mempertimbangkan; tangan yang menandatangani kehancuran orang miskin itu adalah tangan Anda sendiri!"
Sebagaimana kritik filsafat moral atas fenomena eskapisme tanggung jawab: pengaruh eksternal, saran ahli, dan kecenderungan biologis adalah faktor penjelas kausal (explanatory factors), namun tidak pernah menghapus beban pertanggungjawaban etis dari agen yang mengambil keputusan akhir.
Eksperimen Keputusan: Tanggung Jawab Agensi vs Determinisme Alasan
Sejauh mana faktor eksternal dan saran ahli dapat membebaskan seseorang dari celaan moral?
Poin-Poin Perenungan Filosofis
1. Perbedaan Eksplanasi Kausal dan Justifikasi Moral
Menjelaskan mengapa seseorang melakukan kejahatan (faktor gen, pengaruh psikologis, tekanan saran) tidak sama dengan membenarkan (justifying) bahwa tindakan itu benar atau bebas dari celaan.
2. Otonomi dan 'Bad Faith' (Itikad Buruk)
Jean-Paul Sartre menyebut upaya menyalahkan faktor luar sebagai mauvaise foi (itikad buruk)—berpura-pura menjadi objek tak berdaya demi lari dari kebebasan dan tanggung jawab eksistensial.
3. Batas Otoritas Para Ahli
Meminta nasihat ahli adalah hal wajar, namun keputusan untuk menerapkan nasihat tersebut dan menanggung dampaknya bagi orang lain tetap berada di pundak sang pembuat keputusan.
4. Fondasi Sistem Hukum dan Keadilan
Jika determinisme genetik atau pengaruh psikologis menghapus seluruh tanggung jawab pidana, sistem peradilan kehilangan pijakan untuk menuntut keadilan bagi korban.
3 Lensa Dialektika Analisis
Kebebasan dan Tanggung Jawab Mutlak
Sartre menegaskan bahwa manusia 'dikutuk untuk bebas'. Tidak ada buku panduan, ahli nujum, atau dorongan biologi yang dapat dijadikan tameng pembelaan. Kita sepenuhnya bertanggung jawab atas pilihan kita.
Sikap Reaktif (Reactive Attitudes)
P.F. Strawson berargumen bahwa konsep tanggung jawab moral berakar pada hubungan sosial manusia (rasa marah, terima kasih, celaan) yang tetap kokoh dan fungsional terlepas dari kebenaran determinisme kausal.
Kapasitas Nalar dan Tanggung Jawab Hukum
Hart memandang bahwa seseorang bertanggung jawab secara hukum sepanjang ia memiliki kapasitas minimum untuk memahami aturan dan mengendalikan perilakunya, bukan karena ketiadaan pengaruh lingkungan.
Kuis Evaluasi Pemahaman
1. Mengapa pembelaan ketiga manajer (menyalahkan konsultan, terapis, dan genetik) ditolak oleh prinsip filsafat moral?
2. (Pilihan Majemuk) Manakah kondisi-kondisi yang secara sah dapat menggugurkan atau mengurangi tanggung jawab moral seseorang menurut filsafat hukum?
📓 Jurnal Refleksi Mandiri
Pernahkah Anda menyalahkan situasi, saran orang lain, atau suasana hati yang buruk ketika melakukan suatu kesalahan? Bagaimana Anda menilai kembali tanggung jawab pribadi Anda atas peristiwa itu?