Harun adalah seorang pejabat auditor dari kementerian riset yang melakukan inspeksi lapangan ke Kawasan Sains Terpadu Teknopark Nusantara.
Direktur kawasan mengajak Harun berkeliling seharian penuh: mereka mengunjungi kompleks laboratorium fusi nuklir, hanggar perakitan roket satelit, pusat superkomputer kecerdasan buatan, asrama para peneliti, hingga kafetaria dan taman rekreasi karyawan. Di setiap gedung, Harun mencatat inventaris fasilitas dengan teliti.
Di akhir kunjungan, saat mereka sedang minum teh di lobi utama, Harun menutup map catatannya dengan dahi berkerut dan bertanya: "Bapak Direktur, saya sudah melihat semua laboratorium roket, gedung komputer, asrama, dan fasilitas riset Anda. Namun saya masih belum melihat di mana bangunan 'Teknopark Nusantara' itu berdiri?"
"Pak Harun, Anda sedang melakukan Kesesatan Kategori (Category Mistake)! Teknopark Nusantara bukanlah bangunan fisik keenam yang berdiri terpisah di samping laboratorium dan hanggar. Teknopark Nusantara adalah nama bagi cara keseluruhan organisasi, fasilitas, dan manusia tersebut bekerja dan terhubung bersama sebagai satu kesatuan sistem."
Sebagaimana kritik tajam Gilbert Ryle dalam The Concept of Mind terhadap dualisme pikiran-tubuh Descartes: mencari 'Jiwa' atau 'Pikiran' sebagai zat hantu terpisah di dalam tubuh sama kelirunya dengan mencari gedung universitas terpisah di antara fakultas-fakultasnya.
Pikiran bukanlah entitas gaib ekstra yang bersembunyi di dalam organ tubuh; pikiran adalah tatanan organisasi dinamis dari seluruh fungsi perilaku dan kognisi biologis manusia.