Naomi adalah seorang detektif forensik yang sedang menyelidiki kasus pencurian brankas emas. Di sebuah kedai kopi dekat lokasi kejadian, seorang pria dengan ciri fisik wajah tirus berahang lancip yang sangat khas menjatuhkan gantungan kuncinya.
Naomi memungut gantungan kunci tersebut dan melihat dengan sangat jelas bandul unik berbentuk kelinci putih bermahkota perak. Sang pria berwajah tirus mengambilnya sambil tersipu malu dan berkata: "Gantungan kunci kelinci ini selalu saya bawa ke mana pun pergi untuk kenang-kenangan."
Keesokan harinya, saat berdiri di depan gedung bank sentral seberang jalan, Naomi melihat pria dengan wajah tirus berahang lancip yang persis sama sedang melangkah masuk ke pintu utama bank. Berdasarkan bukti pengamatan matanya yang sah dan kuat kemarin, Naomi membentuk keyakinan yang sangat terjustifikasi: "Orang berwajah tirus yang masuk ke bank itu membawa gantungan kunci kelinci putih di sakunya."
Pria yang masuk ke bank itu ternyata bukan pria kemarin, melainkan saudara kembar identiknya yang seumur hidup tidak pernah memiliki gantungan kunci kelinci!
NAMUN, persis sepuluh menit sebelum masuk ke bank, keponakan kecil sang kembaran secara spontan menyelipkan hadiah mainan berupa gantungan kunci kelinci putih bermahkota perak yang persis sama ke dalam saku mantelnya!
Kini mari kita uji epistemologinya: 1. Keyakinan Naomi BENAR (memang ada orang berwajah tirus di bank yang membawa gantungan kunci kelinci di sakunya). 2. Naomi PERCAYA pada pernyataan tersebut. 3. Keyakinan Naomi TERJUSTIFIKASI dengan bukti kuat (pengamatan mata langsung kemarin).
Namun sebagaimana Masalah Gettier (The Gettier Problem) yang dirumuskan Edmund Gettier pada tahun 1963, Naomi TIDAK MEMILIKI PENGETAHUAN! Keyakinannya benar murni karena keberuntungan kebetulan yang aneh (epistemic luck), membongkar bahwa definisi klasik pengetahuan sebagai Justified True Belief (JTB) cacat secara fundamental.