Ketika ingatan dan kepribadian penjahat telah dihapus total dan digantikan jiwa baru yang bajik, adilkah menghukum raga tersebut atas dosa yang tak ia ingat?
Bram adalah seorang pria muda yang ramah, lembut hati, dan mengabdikan hidupnya sebagai relawan di panti jompo dan penampungan hewan terlantar. Ia tidak mengingat masa lalunya sebelum lima tahun lalu akibat prosedur medis amnesia radikal.
Namun hari ini, sepasukan polisi antiteror mengepung rumahnya. Dokumen forensik DNA membongkar rahasia masa lalunya: lima tahun lalu, raga biologis Bram bernama Baskoro, seorang gembong kriminal sadis yang meledakkan kilang minyak dan menewaskan puluhan orang tak bersalah.
Demi menghindari hukuman mati, Baskoro menandatangani vonis penghapusan saraf total (complete neural formatting): seluruh memorinya, ego narsisistiknya, dan kepribadian jahatnya dihapus bersih hingga nol persen. Raga itu kemudian ditanami memori dasar baru dan terbangun sebagai Bram yang berjiwa suci.
Tuntutan Asosiasi Keluarga Korban
"Tuan Hakim, raga ini adalah raga pembunuh keluarga kami! DNA-nya sama, sidik jarinya sama, dan tulang-tulangnya sama! Penjara raga ini seumur hidup demi membalas keadilan darah orang-orang yang telah dibunuhnya!"
Bram menangis gemetar di kursi terdakwa: "Demi Tuhan, saya tidak mengenal nama Baskoro dan tidak mengingat satu detik pun kejahatan itu! Saya adalah Bram yang mencintai kedamaian! Mengapa kalian memenjarakan orang yang tidak berdosa demi membalas dendam pada hantu masa lalu?"
Sebagaimana analisis Derek Parfit dalam Reasons and Persons: ketika kontinuitas psikologis (Relation-R) terputus seratus persen, apakah konsep 'Hukuman Pembalasan Retributif' (Retributive Justice) masih sah secara moral, ataukah menghukum raga baru tersebut adalah bentuk penyiksaan terhadap orang tak bersalah yang menempati wadah biologis warisan penjahat?
Eksperimen Keputusan: Diskontinuitas Psikologis Parfit vs Pertanggungjawaban Pidana
Apakah Bram harus dihukum penjara seumur hidup atas kejahatan Baskoro?
Poin-Poin Perenungan Filosofis
1. Reduksionisme Derek Parfit tentang Tanggung Jawab Moral
Parfit berargumen bahwa tanggung jawab moral atas kejahatan masa lalu melemah sebanding dengan melemahnya koneksi psikologis (Relasi-R). Jika koneksi psikologis nol, keterikatan tanggung jawab pidana ikut lenyap.
2. Tujuan Hukuman Pidana: Retribusi vs Rehabilitasi
Jika tujuan hukuman adalah rehabilitasi dan perlindungan masyarakat, Bram sudah 100% sembuh dan bajik. Menghukumnya hanya melayani motif balas dendam buta (retribution).
3. Konsep 'Kematian Psikologis' (Psychological Death)
Prosedur penghapusan memori dan kepribadian total pada hakikatnya adalah eksekusi hukuman mati atas jiwa lama (psychological execution), yang menghasilkan kelahiran individu baru.
4. Bahaya Eskapisme Narapidana
Jika penghapusan memori membebaskan seseorang dari hukuman, para penjahat kaya akan menggunakan teknologi amnesia untuk lolos dari tanggung jawab atas penderitaan para korban.
3 Lensa Dialektika Analisis
Personhood Terikat pada Kesadaran Ingatan
Locke menegaskan bahwa 'Person' adalah entitas sadar yang bertanggung jawab atas tindakannya. Jika Bram tidak mengingat perbuatan Baskoro, Bram bukanlah agen moral yang melakukan kejahatan tersebut.
Kelangsungan Organisme Manusia Fisik
Animalis memandang bahwa identitas kita adalah organisme biologis (human animal). Organisme yang membakar kilang minyak adalah organisme yang sama yang duduk di kursi terdakwa hari ini, sehingga sah dipidana.
Pemulihan Hak dan Luka Korban
Keluarga korban menuntut pengakuan dan reparasi nyata. Membiarkan pelaku hidup bebas dengan dalih 'sudah lupa ingatan' melukai rasa keadilan masyarakat secara mendalam.
Kuis Evaluasi Pemahaman
1. Mengapa menurut teori identitas personal Derek Parfit, memenjarakan Bram atas kejahatan terorisme Baskoro dipandang tidak adil secara moral?
2. (Pilihan Majemuk) Manakah dari tujuan pemidanaan modern berikut yang SUDAH TERCAPAI pada diri Bram tanpa perlu memenjarakannya?
📓 Jurnal Refleksi Mandiri
Jika seseorang yang pernah sangat menyakiti hati Anda mengalami kecelakaan parah dan kehilangan seluruh ingatannya hingga menjadi orang baru yang ramah dan tulus meminta berteman dengan Anda, apakah Anda akan memaafkannya atau tetap memusuhinya?